Chatbot yang Paham Kalimat Majemuk

Lewat fitur baru Single Phrase Multi Intent Execution, chatbot berbasis 3Dolphins bisa mengerti dan memproses beberapa intention dalam satu kalimat.

Photo by Alex Knight on Unsplash

Long weekend sudah di depan mata. Bagi Donna, sales executive di sebuah perusahaan media, ini adalah saat yang tepat untuk rehat sejenak dengan liburan ke luar kota. Dia tahu, booking hotel dan tiket via pesan instan WhatsApp (WA) milik akun travel agent adalah cara paling gampang. Lebih gampang daripada pesan lewat aplikasi atau bahkan di websitenya. Di WA itu ada ada bot travel agent yang siap melayani customer, 24×7.

“Gue mau booking hotel dan tiket KA untuk tanggal 4 Februari,” itulah pesan yang diketikkan Donna ke WA tersebut. Mari kita perhatikan sejenak. Pesan Donna tadi terdiri dua intention (maksud) sekaligus dalam satu kalimat. Ada intention untuk booking hotel dan ada intention untuk pembelian tiket KA.

Bagaimana chatbot tersebut memprosesnya? Ada lebih dari satu intention dalam satu kalimat. Bukankah chatbot pada umumnya hanya bisa memproses satu intention, berdasarkan alur percakapan (dialog flow) yang sudah ditetapkan sebelumnya?

Single-Phrase, Multi Intention

Hari ini 3Dolphins merilis kapabilitas baru yang memungkinkan chatbot memahami beberapa intent dalam satu kalimat. Single Phrase, Multi-Intention Processing. Kebanyakan chatbot yang masih kaku, tidak bisa memproses beberapa maksud sekaligus. Customer harus mengungkapkan intention-nya satu persatu. Dalam kasus Donna, dia harus menyelesaikan proses booking hotel dulu, baru membuka percakapan baru untuk memesan tiket KA.

Untuk bisa memproses lebih dari satu intention, chatbot yang dibangun dengan teknologi 3Dolphins mampu memahami kalimat majemuk. Definisi kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata penghubung. Mesin AI (Artificial Intelligence) 3Dolphins mampu mengidentifikasi kata penghubung, lalu secara cerdas memproses intention tersebut.

Setelah proses satu intention tuntas, misalnya booking hotel, chatbot langsung memproses intention selanjutnya, yakni membeli tiket KA. Customer tidak perlu mengetikkan percakapan baru lagi. Dalam skenario yang lebih ekstrim, chatbot bisa memproses bahkan untuk intention yang sama sekali berbeda.

Seperti dalam ilustrasi video di bawah ini, ada dua intention yang tak bekaitan: mencari musik dan lokasi ATM.

Melalui kapabilitas ini, percakapan antara chatbot dengan customer menjadi lebih manusiawi. Ujung-ujungnya, customer experience dengan chatbot menjadi lebih baik. Lewat kemampuan ini, 3Dolphins menurunkan “friksi” antara chatbot dengan manusia.

Single Phrase, Multi-Intention ini cocok untuk chatbot semua industri, bahkan bisa digunakan untuk chatbot yang sekedar conversational atau ngobrol-ngobrol. Tapi skenario penggunaan yang paling relevan adalah untuk perbankan dan keuangan, otomotif dan travel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *