Tingkatkan kualitas layanan pelanggan di Mobile App dengan Live Chat SDK

Chatbot kini bisa ngobrol secara live dengan pengguna aplikasi mobile. Kemampuan live chat secara native di dalam aplikasi mobile ini tentunya menjadi benefit tambahan untuk pelanggan Anda, sehingga mereka pun menjadi lebih loyal. Untuk itulah kami merilis Mobile Live Chat SDK, melengkapi solusi 3Dolphins SRM (Social Relationship Management). 

Data dari AppsFlyer menunjukkan bahwa app uninstall rate di Indonesia selama 30 hari pertama mencapai 29,7%. Angka ini lebih tinggi daripada benchmark global 28%. App uninstall rate ini adalah salah satu metric terpenting untuk mengukur loyalitas pelanggan terhadap aplikasi mobile. Metric yang lain adalah User Engagement. Peran aplikasi mobile sendiri dalam marketing semakin penting, karena aplikasi mobile menjadi extention dari brand dalam genggaman pelanggan.

Kemampuan live chat ini akan mendorong pengguna untuk lebih aktif menggunakan aplikasi mobile. Terutama kalau chatbot-nya cerdas, dialognya enak dan luwes. Hanya chatbot yang berbasiskan Artificial Intelligence (AI) dan memiliki kemampuan NLP (Natural Language Processing) yang bisa melakukannya.  

Melalui fitur live chat, pelanggan cukup membuka aplikasi mobile untuk mendapatkan support atau informasi yang dia butuhkan. Tidak perlu lagi membuka web atau mobile web. Hal ini mengurangi friksi bagi pelanggan dalam mengakses layanan yang mereka butuhkan. 

Manfaat ChatBot di Aplikasi Mobile

Ada banyak use case scenario fitur live chat ini bisa memperkaya experience pelanggan atau pengguna aplikasi mobile. Berikut ini beberapa di antaranya :

  • Waktu respons yang lebih cepat. Dalam kasus yang membutuhkan respons cepat, misalnya blokir kartu kredit, pelanggan cukup melakukannya via aplikasi mobile dan berkomunikasi dengan chatbot. Tanpa kemampuan live chat, pelanggan harus menelepon langsung yang sebelumnya harus dicari dulu melalui search engine. Repot kan.
  • Selalu tersedia 24×7. Support kepada pelanggan bisa dilakukan secara terus menerus, selama aplikasi mobile masih ada dalam smartphone. 
  • Transfer ke agent manusia. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan bantuan khusus, chatbot bisa dengan luwes mengalihkan percakapan ke agen manusia. 
  • Customer Profile. Chatbot yang terintegrasi dengan Social CRM (Customer Relationship Management) memungkinkan bisnis merekam interaksi dengan pelanggan, dan mengetahui profil mereka. 
  • App User Engagement & Retention Rate. Pelanggan akan lebih loyal kepada bisnis dan akan berpikir masak-masak sebelum menghapus aplikasi mobile dari smartphone mereka. 
  • Conversion, Upsell & Cross-sell. Ketika berinteraksi dengan pelanggan, chatbot yang cerdas dan terintegrasi dengan CRM dapat meningkatkan konversi, bahkan membantu penjualan.